Surat Al-Baqarah Ayat 284-286

Surat Al-Baqarah ayat 284–286 ini mencakup satu ayat awal, yaitu ayat 284, yang kemudian disusul dua ayat penutup Surat Al-Baqarah. Ketiganya dikenal luas sebagai rangkaian ayat terakhir dalam surat Al-Baqarah dan biasanya dibaca secara berurutan, tanpa dipisah.

Dalam praktik bacaan sehari-hari, termasuk dalam tahlilan atau doa bersama, ayat 284 sering menjadi pengantar sebelum masuk ke dua ayat terakhir yang berisi pengakuan iman dan doa. Karena itu, ketika disebut Al-Baqarah ayat 284–286, yang dimaksud bukan potongan terpisah, melainkan satu rangkaian utuh dari penutup Al-Baqarah.

Bacaan Surat Al-Baqarah Ayat 284-286

surat al baqarah ayat 284 286

Teks bacaan Surat Al-Baqarah ayat 284–286 ini merupakan ayat-ayat terakhir Surat Al-Baqarah. Ketiganya dibaca secara berurutan dan sudah sangat dikenal dalam berbagai amalan, baik dalam shalat, tahlilan, maupun doa bersama.

Karena termasuk Al-Baqarah ayat terakhir yang kandungannya tidak hanya berisi penegasan iman, tetapi juga doa dan permohonan langsung kepada Allah. Itulah sebabnya ayat 284 hingga 286 sering dibaca lengkap, dengan bacaan Arab, Latin, dan artinya, agar mudah dipahami sekaligus diamalkan.

Al-Baqarah 284-286 Latin

Teks Qs Al Baqarah 284 286 latin berikut ini disajikan lengkap per ayat. Untuk memudahkan pembacaan dan penghayatan, setiap ayat dilengkapi audio atau MP3 yang bisa diputar langsung di bawah teks ayat masing-masing.

Dengan adanya audio di tiap ayat, pembaca dapat menyesuaikan bacaan, melatih pelafalan, atau sekadar menyimak dengan tenang. Penyajian seperti ini memudahkan siapa saja yang ingin membaca Al-Baqarah ayat terakhir secara runtut, sambil mendengarkan lantunannya ayat demi ayat.

Berikut surat al Baqarah ayat 284 286 latin dan terjemahannya ayat demi ayat:

lillâhi mâ fis-samâwâti wa mâ fil-ardl, wa in tubdû mâ fî anfusikum au tukhfûhu yuḫâsibkum bihillâh, fa yaghfiru limay yasyâ’u wa yu‘adzdzibu may yasyâ’, wallâhu ‘alâ kulli syai’ing qadîr (284)

Milik Allahlah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Jika kamu menyatakan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikannya, niscaya Allah memperhitungkannya bagimu. Dia mengampuni siapa saja yang Dia kehendaki dan mengazab siapa pun yang Dia kehendaki. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu (284).

âmanar-rasûlu bimâ unzila ilaihi mir rabbihî wal-mu’minûn, kullun âmana billâhi wa malâ’ikatihî wa kutubihî wa rusulih, lâ nufarriqu baina aḫadim mir rusulih, wa qâlû sami‘nâ wa atha‘nâ ghufrânaka rabbanâ wa ilaikal-mashîr (285)

Rasul (Muhammad) beriman pada apa (Al-Qur’an) yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang mukmin. Masing-masing beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata,) “Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasul-Nya.” Mereka juga berkata, “Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami, wahai Tuhan kami. Hanya kepada-Mu tempat (kami) kembali.” (285)

lâ yukallifullâhu nafsan illâ wus‘ahâ, lahâ mâ kasabat wa ‘alaihâ maktasabat, rabbanâ lâ tu’âkhidznâ in nasînâ au akhtha’nâ, rabbanâ wa lâ taḫmil ‘alainâ ishrang kamâ ḫamaltahû ‘alalladzîna ming qablinâ, rabbanâ wa lâ tuḫammilnâ mâ lâ thâqata lanâ bih, wa‘fu ‘annâ, waghfir lanâ, war-ḫamnâ, anta maulânâ fanshurnâ ‘alal-qaumil-kâfirîn (286)

Allah tidak membebani seseorang, kecuali menurut kesanggupannya. Baginya ada sesuatu (pahala) dari (kebajikan) yang diusahakannya dan terhadapnya ada (pula) sesuatu (siksa) atas (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa,) “Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami salah. Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami. Maka, tolonglah kami dalam menghadapi kaum kafir.” (286)

Ringkasan Tafsir Surat Al-Baqarah Ayat 284-286

Tiga ayat terakhir Surat al Baqarah 284-286 merupakan penutup yang sangat kuat, menegaskan hubungan antara iman, tanggung jawab manusia, keadilan Allah, serta kasih sayang-Nya.

Ketiga ayat penutup Surah Al-Baqarah menenangkan hati orang beriman, menjelaskan batas pertanggungjawaban manusia, dan mengajarkan doa sebagai bentuk tawakal kepada Allah.

Tafsir Qs Al-Baqarah Ayat 284

Albaqarah 284 ini menegaskan kesempurnaan keesaan Allah dalam kepemilikan, ilmu, dan kekuasaan-Nya. Segala yang ada di langit dan di bumi adalah milik Allah, dan tidak ada satu pun yang luput dari pengetahuan-Nya, termasuk apa yang tersembunyi di dalam hati manusia.

Allah menjelaskan bahwa isi hati manusia tidak semuanya dihitung sebagai dosa atau pahala. Yang menjadi dasar perhitungan adalah niat yang disertai kehendak dan usaha.

Poin-poin penting Qs Al-Baqarah ayat 284:

  • Allah Maha Esa dalam kepemilikan, ilmu, dan kekuasaan.
  • Lintasan hati yang muncul tanpa kehendak tidak dihisab.
  • Niat yang disengaja dan diiringi usaha akan dihisab.
  • Manusia diperintahkan menjaga dan membersihkan hatinya.

Surat Albaqarah 284 mendidik manusia agar waspada terhadap penyakit hati seperti dengki dan dendam, karena jika dibiarkan, ia dapat berkembang menjadi perbuatan dosa.

Tafsir Qs Al-Baqarah Ayat 285

Ayat ini turun untuk menenangkan para sahabat yang merasa khawatir setelah turunnya ayat sebelumnya. Mereka takut tidak mampu mempertanggungjawabkan isi hati mereka. Allah lalu menegaskan sikap Rasulullah dan orang-orang beriman terhadap Al-Qur’an.

Orang-orang beriman menyatakan sikap tunduk dan patuh dengan penuh kesadaran: mendengar, menaati, dan memohon ampun kepada Allah.

Poin-poin penting Qs Al-Baqarah ayat 285:

  • Rasulullah dan orang beriman menerima Al-Qur’an sepenuhnya.
  • Iman mencakup Allah, malaikat, kitab-kitab, dan para rasul.
  • Umat Islam tidak membeda-bedakan para rasul.
  • Sikap utama orang beriman adalah taat, rendah hati, dan memohon ampun.

Ayat ini juga menegaskan bahwa akhlak Rasulullah dan para sahabat adalah cerminan langsung dari ajaran Al-Qur’an, menunjukkan kebenaran risalah Islam dan ketulusan iman mereka.

Tafsir Qs Al-Baqarah Ayat 286

Ayat ini menegaskan prinsip dasar dalam Islam bahwa Allah tidak membebani seseorang melebihi kesanggupannya. Semua perintah dan larangan dalam Islam sesuai dengan kemampuan manusia dan selaras dengan fitrah mereka.

Poin-poin penting Qs Al-Baqarah ayat 286:

  • Allah tidak membebani manusia di luar kemampuannya.
  • Setiap orang memperoleh pahala dari kebaikannya dan menanggung dosa dari perbuatannya sendiri.
  • Kebaikan sesuai dengan fitrah manusia, sedangkan kejahatan bertentangan dengan nurani.
  • Tidak ada seseorang yang menanggung dosa orang lain.

Ayat ini juga mengajarkan doa-doa penting agar Allah mengampuni kesalahan karena lupa atau tidak sengaja, meringankan beban, memberi taufik dan hidayah, serta memberikan pertolongan untuk meraih kemenangan dunia dan akhirat.

Surat Al-Baqarah Ayat 284-286 dalam Tahlil

Dalam tahlilan yang dibaca lengkap, ada susunan bacaan yang sudah biasa dipraktikkan. Setelah bacaan Ayat Kursi selesai, umumnya dilanjutkan dengan tiga ayat terakhir Surat Al-Baqarah, yaitu ayat 284 sampai 286.

Pada bagian ayat terakhir, ada kebiasaan yang juga sering dijumpai. Frasa wa‘fu ‘annā waghfirlana warḥamnā dibaca tiga kali, lalu diteruskan dengan bacaan anta maulānā fanṣurnā… hingga akhir ayat.

Urutannya jelas dan konsisten. Ayat Kursi dibaca lebih dulu, kemudian Al-Baqarah ayat 284, 285, dan 286 secara berurutan.

Jika dilihat dari isinya, rangkaian ini memang terasa menyatu. Ayat Kursi menegaskan kebesaran dan kekuasaan Allah, lalu tiga ayat penutup Al-Baqarah berisi pengakuan iman, sikap menerima ketentuan, serta doa memohon ampun dan pertolongan.


Surah Al-Baqarah ditutup dengan penegasan bahwa Islam adalah agama yang adil, penuh rahmat, dan sesuai dengan fitrah manusia.

Allah menilai manusia berdasarkan niat, usaha, dan kemampuan mereka. Dengan iman, amal, dan doa, manusia diarahkan untuk menjalani hidup yang seimbang antara tanggung jawab dan ketergantungan kepada Allah, demi kebahagiaan di dunia dan akhirat.