Tajwid Alif Lam Mim dalam Al-Qur’an

Tajwid Alif Lam Mim bacaan yang tidak biasa. Ia memiliki cara membaca yang khususu.


Alif Lām Mīm (الم) termasuk huruf muqaṭṭa‘āt, yakni huruf-huruf pembuka surah yang dibaca satu per satu, bukan dirangkai sebagai kata. Karena posisinya sebagai pembuka, bacaan huruf ini tidak mengikuti pola lafaz Arab biasa, tetapi tunduk pada kaidah khusus yang sudah dikenal luas dalam ilmu tajwid dan riwayat qirā’ah.

Dalam qirā’ah Ḥafṣ ‘an ‘Āṣim, bacaan Alif Lam Mim dibangun di atas prinsip pemanjangan suara dan penjagaan sifat huruf. Tujuannya bukan sekadar memperindah bacaan, melainkan menjaga kesesuaian dengan cara tilawah yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Cara Membaca Setiap Huruf Alif Lam Mim

Huruf Alif (ا) dibaca pendek, tanpa mad tambahan. Ia diucapkan sebagai pembuka bunyi, satu ketukan, tanpa dengung dan tanpa pemanjangan.

Huruf Lām (ل) dibaca panjang enam harakat. Panjang ini berasal dari mad lāzim ḥarfī mutsaqqal, karena dalam struktur bacaan huruf muqaṭṭa‘āt terdapat penekanan bunyi yang menuntut pemanjangan penuh. Bacaan Lām harus terdengar mantap, tidak tergesa, dan tidak dipendekkan.

Huruf Mīm (م) juga dibaca panjang enam harakat. Pemanjangan ini dikenal sebagai mad lāzim ḥarfī musyabba‘, yang melekat pada karakter bacaan huruf muqata’ah itu sendiri. Suara Mīm dijaga tetap bulat dan jelas, tanpa dipotong atau dilemahkan.

Dengung dalam Rangkaian Bacaan Alif Lam Mim

Di antara bacaan Lām dan Mīm terdapat ghunnah, yakni dengung yang muncul karena sifat bunyi Mīm. Dengung ini dibaca sekitar dua harakat dalam praktik tilawah yang umum. Ia tidak berdiri sendiri sebagai hukum terpisah, tetapi menyatu dalam alur bacaan sebagai bagian dari karakter bunyi huruf.

Penjagaan dengung ini penting agar bacaan tidak terdengar kering atau terputus, sekaligus tidak berlebihan hingga mengubah tempo bacaan.

Kaidah Tajwid yang Mendasari

Secara keseluruhan, bacaan Alif Lam Mim berada di bawah beberapa kaidah tajwid utama, yaitu:

  • Mad Lāzim Ḥarfī Mutsaqqal pada Lām, yang menuntut pemanjangan enam harakat secara penuh.
  • Mad Lāzim Ḥarfī Musyabba‘ pada Mīm, yang juga dibaca enam harakat dengan ketenangan suara.
  • Ghunnah sebagai sifat bunyi yang menyertai bacaan Mīm dalam rangkaian huruf.

Aturan ini merupakan bagian dari ilmu tilawah yang menjaga bacaan tetap sesuai dengan riwayat yang sahih.

Contoh Alif Lam Mim dalam Al-Qur’an

Bacaan Alif Lam Mim dapat dijumpai pada awal beberapa surah, seperti Surah Al-Baqarah dan Surah Āli ‘Imrān. Pola bacaan dasarnya tetap sama, meskipun surah dan konteks ayatnya berbeda.

Keberulangan ini menunjukkan bahwa huruf muqaṭṭa‘āt memiliki pola bacaan yang konsisten dan tidak berubah oleh konteks ayat setelahnya.

Dengan demikian, Alif Lām Mīm (dan sejenisnya) merupakan bacaan huruf muqaṭṭa‘āt yang dibaca terpisah dan tunduk pada kaidah tajwid khusus. Setiap huruf memiliki ketentuan panjang dan sifat bunyi yang tidak bisa disamakan dengan bacaan ayat biasa. Alif dibaca pendek, sedangkan Lām dan Mīm dibaca panjang enam harakat dengan penjagaan dengung yang tepat.

Ketelitian dalam membaca Alif Lam Mim bukan sekadar soal aturan, tetapi bagian dari adab tilawah. Bacaan yang sesuai kaidah menjaga keotentikan riwayat. Dengan pemahaman ini, tilawah quran menjadi benar, lebih tertib, terarah, dan selaras dengan tradisi bacaan yang telah dijaga oleh para ulama qira’ah.