Setiap pagi, kita selalu terbangun untuk memulai kembali rangkaian kegiatan: bersiap berangkat kerja, mengurus rumah tangga, belajar di sekolah, atau berdagang menjemput rezeki. Saat membuka mata, membaca doa bangun tidur dan artinya menjadi pengingat pertama bahwa kita masih diberi kesempatan hidup satu hari lagi.
Nah, setelah menunaikan salat Subuh, ada satu amalan rutin yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ, yaitu membaca zikir pagi. Amalan ini bukan sekadar rutinitas lisan tanpa makna, melainkan cara kita mengingat Allah sejak awal hari agar pikiran tetap jernih dan langkah kita terjaga dari hal-hal buruk. Ulasan umum mengenai kedudukan amalan harian ini juga telah kita bahas dalam artikel Dzikir Pagi dan Petang.
Di dalam panduan ini, kita akan mempelajari susunan dzikir waktu pagi secara lengkap, mulai dari ayat-ayat Al-Qur’an, doa-doa ma’tsur, kalimat tauhid, hingga istighfar. Seluruh bacaan dilengkapi dengan teks Arab berharakat tegak yang mudah dibaca, lafal latin santri, arti bahasa Indonesia, rujukan hadits shahih, serta tombol salin teks untuk memudahkan hafalan.
Waktu Pelaksanaan dan Manfaat Membaca Dzikir Pagi
Membiasakan diri membaca amalan dzikir pagi memberikan pengaruh yang sangat nyata bagi ketenangan hati kita sepanjang hari. Ketika kita mengawali pagi dengan bersyukur dan memohon keselamatan kepada Allah, urusan pekerjaan dan interaksi sosial yang kita hadapi terasa jauh lebih ringan dan terarah.
Waktu Dzikir Pagi Sesuai Sunnah (Fajar hingga Terbit Matahari)
Kapan sebenarnya waktu terbaik untuk membaca wirid pagi hari? Menurut tuntunan sunnah, waktu yang paling utama (afdal) dimulai sejak terbit fajar atau setelah salat Subuh hingga matahari terbit, atau saat matahari mulai naik setinggi tombak (masuknya waktu dhuha).
Dalam hadits shahih riwayat Imam Muslim, Sahabat Anas bin Malik ra menceritakan bahwa Rasulullah ﷺ biasanya duduk berdzikir di tempat salatnya setelah selesai shalat Subuh hingga matahari terbit. Waktu fajar ini adalah waktu yang hening, saat suasana masih tenang sebelum jalanan ramai dan urusan duniawi menyita perhatian kita.
Hal ini juga selaras dengan firman Allah dalam kalamullah Surat Al-Ahzab ayat 41–42:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا
“Wahai orang-orang yang beriman, ingatlah Allah dengan mengingat (nama-Nya) sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang.” (QS. Al-Ahzab: 41–42)
Batas Waktu dan Solusi Jika Bangun Terlambat
Lalu bagaimana jika kita bangun kesiangan atau sedang terburu-buru mengejar jadwal kerja di pagi hari? Para ulama menjelaskan bahwa batas waktu membaca doa dan dzikir pagi masih berlangsung hingga menjelang waktu Zuhur (sebelum matahari tergelincir ke barat).
Jadi, jika kita baru sempat membacanya di sela-sela perjalanan kereta atau setibanya di tempat kerja pada pukul delapan atau sembilan pagi, bacaan dzikir pagi tersebut tetap sah dan berpahala. Kebiasaan baik ini sebaiknya tidak ditinggalkan sama sekali hanya karena waktu subuh sudah lewat.
Urutan Bacaan Dzikir Pagi Lengkap: Arab, Latin, dan Terjemahan
Rangkaian bacaan wirid pagi hari berikut ini bersumber dari hadits-hadits shahih dan riwayat yang masyhur dalam kitab Al-Adzkar karya Imam An-Nawawi. Susunan bacaan ini dibuat berurutan agar mudah diikuti setiap hari.
1. Membaca Ayat Kursi (QS. Al-Baqarah: 255) — 1 Kali
Bacaan pertama yang sangat dianjurkan untuk membuka wirid pagi adalah Ayat Kursi. Ayat mulia ini berada pada Surat Al-Baqarah ayat 255 dan memuat penegasan keesaan serta kekuasaan mutlak Allah atas seluruh langit dan bumi. Penjelasan tafsir dan fadhilahnya dapat dibaca pada ulasan bacaan Ayat Kursi serta kajian keutamaan Ayat Kursi.
اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
Allahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuum, laa ta’khudzuhuu sinatuw wa laa naum, lahuu maa fis samaawaati wa maa fil ardh, man dzalladzii yasyfa’u ‘indahuu illaa bi idznih, ya’lamu maa baina aidiihim wa maa khalfahum, wa laa yuhiithuuna bi syai-im min ‘ilmihii illaa bimaa syaa’, wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal ardh, wa laa ya-uuduhuu hifzhuhumaa, wa huwal ‘aliyyul ‘azhiim.
Dalam hadits riwayat An-Nasa’i dan Al-Hakim, Rasulullah ﷺ menegaskan bahwa siapa saja yang membaca Ayat Kursi di waktu pagi, niscaya Allah melindunginya dari godaan setan hingga tiba waktu petang.
2. Tiga Surah Perlindungan: Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas — Masing-masing 3 Kali
Setelah membaca Ayat Kursi, kita melanjutkan dengan membaca tiga surah pendek yang dikenal sebagai Al-Mu’awwidzat, yaitu Surah Al-Ikhlas, Surat Al-Falaq, dan QS. An-Nas sebanyak tiga kali putaran.
Dalam hadits riwayat Abu Dawud dan At-Tirmidzi, Rasulullah ﷺ bersabda kepada sahabat Abdullah bin Khubaib ra bahwa membaca ketiga surah ini tiga kali di pagi dan petang hari akan mencukupkan diri dari segala bentuk keburukan dan marabahaya.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌLatin: Bismillaahir rahmaanir rahiim. Qul huwallaahu ahad. Allaahush shamad. Lam yalid wa lam yuulad. Wa lam yakun lahuu kufuwan ahad.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَLatin: Bismillaahir rahmaanir rahiim. Qul a’uudzu birabbil falaq. Min syarri maa khalaq. Wa min syarri ghaasiqin idzaa waqab. Wa min syarrin naffaatsaati fil ‘uqad. Wa min syarri haasidin idzaa hasad.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ مَلِكِ النَّاسِ إِلَٰهِ النَّاسِ مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِLatin: Bismillaahir rahmaanir rahiim. Qul a’uudzu birabbin naas. Malikin naas. Ilaahin naas. Min syarril waswaasil khannaas. Alladzii yuwaswisu fii shuduurin naas. Minal jinnati wan naas.
3. Doa Perlindungan Pagi Hari (Ashbahna wa Ashbahal Mulku Lillah) — 1 Kali
Doa ini merupakan bacaan wirid pagi yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Sahabat Abdullah bin Mas’ud ra. Di dalamnya terkandung permohonan kebaikan hari ini, serta permohonan perlindungan dari sifat malas, masa tua yang buruk, dan azab kubur.
أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِي هَٰذَا الْيَوْمِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهُ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِي هَٰذَا الْيَوْمِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهُ، رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ
Latin: Ashbahnaa wa ashbahal mulku lillaah, walhamdulillaah, laa ilaaha illallaahu wahdahuu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai-in qadiir. Rabbi as-aluka khaira maa fii haadzal yaumi wa khaira maa ba’dahu, wa a’uudzu bika min syarri maa fii haadzal yaumi wa syarri maa ba’dah. Rabbi a’uudzu bika minal kasali wa suu-il kibar, rabbi a’uudzu bika min ‘adzaabin fin naari wa ‘adzaabin fil qabr.
Artinya: “Kami memasuki waktu pagi dan kerajaan hanyalah milik Allah. Segala puji bagi Allah. Tidak ada tuhan selain Allah yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kekuasaan dan bagi-Nya segala pujian, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Wahai Tuhanku, aku memohon kepada-Mu kebaikan hari ini dan kebaikan setelahnya, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan hari ini dan keburukan setelahnya. Wahai Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan keburukan masa tua. Wahai Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari siksa neraka dan siksa kubur.”
4. Doa Penyerahan Diri dan Kesyukuran Pagi (Allahumma Bika Ashbahna) — 1 Kali
Doa singkat ini diajarkan Nabi ﷺ kepada para sahabat untuk menumbuhkan rasa syukur dan kepasrahan kepada Allah sejak pagi hari. Riwayat ini terdapat dalam Sunan Abi Dawud dan Sunan At-Tirmidzi dari sahabat Abu Hurairah ra.
اللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا، وَبِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوتُ، وَإِلَيْكَ النُّشُورُ
Latin: Allahumma bika ashbahnaa, wa bika amsainaa, wa bika nahyaa, wa bika namuutu, wa ilainkan nusyuur.
Artinya: “Ya Allah, dengan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi, dan dengan pertolongan-Mu kami memasuki waktu sore. Dengan kehendak-Mu kami hidup, dengan kehendak-Mu kami mati, dan kepada-Mu tempat kembali berbangkit.”
5. Sayyidul Istighfar: Puncak Doa Memohon Ampunan — 1 Kali
Sayyidul Istighfar adalah lafal permohonan ampun yang paling utama dalam ajaran Islam. Di dalamnya kita mengakui penghambaan diri, mensyukuri nikmat Allah yang melimpah, dan menyadari kelemahan diri yang sering berbuat khilaf.
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَىٰ عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ
Latin: Allahumma anta rabbii laa ilaaha illaa anta, khalaqtanii wa anaa ‘abduka, wa anaa ‘alaa ‘ahdika wa wa’dika mastatha’tu, a’uudzu bika min syarri maa shana’tu, abuu-u laka bini’matika ‘alayya, wa abuu-u laka bidzanbii faghfir lii fa innahuu laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta.
Artinya: “Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada tuhan selain Engkau. Engkau yang menciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu. Aku berusaha memenuhi janji dan sumpah setiaku kepada-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku. Aku mengakui segala nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku kepada-Mu, maka ampunilah aku, karena sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau.”
Dalam hadits Shahih Bukhari dari Syaddad bin Aus ra, Nabi ﷺ menjelaskan bahwa siapa saja yang membaca Sayyidul Istighfar pada siang atau pagi hari dengan penuh keyakinan lalu meninggal sebelum tiba petang, maka ia termasuk penghuni surga.
6. Doa Memohon Kesehatan Badan dan Pendengaran — 3 Kali
Kesehatan fisik adalah modal utama kita bekerja mencari nafkah dan beribadah. Doa riwayat Abu Dawud dari Abu Bakrah ra ini dibaca sebanyak tiga kali untuk memohon keselamatan anggota tubuh serta perlindungan dari kefakiran.
اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَدَنِي، اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي سَمْعِي، اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَصَرِي، لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ. اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ
Latin: Allahumma ‘aafinii fii badanii, allahumma ‘aafinii fii sam’ii, allahumma ‘aafinii fii basharii, laa ilaaha illaa anta. Allahumma innii a’uudzu bika minal kufri wal faqr, wa a’uudzu bika min ‘adzaabil qabr, laa ilaaha illaa anta.
Artinya: “Ya Allah, sehatkanlah badanku. Ya Allah, selamatkanlah pendengaranku. Ya Allah, selamatkanlah penglihatanku. Tidak ada tuhan selain Engkau. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kekafiran dan kefakiran. Dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur. Tidak ada tuhan selain Engkau.”
7. Doa Memohon Keselamatan dan Perlindungan Segala Arah — 1 Kali
Doa yang diriwayatkan oleh sahabat Abdullah bin Umar ra dalam Sunan Abi Dawud dan Sunan Ibnu Majah ini tidak pernah ditinggalkan oleh Nabi ﷺ setiap pagi dan sore hari. Bacaan ini memohon keselamatan agama, keluarga, harta benda, dan perlindungan dari marabahaya di sekeliling kita.
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِينِي وَدُنْيَايَ وَأَهْلِي وَمَالِي، اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِي وَآمِنْ رَوْعَاتِي، اللَّهُمَّ احْفَظْنِي مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِي، وَعَنْ يَمِينِي، وَعَنْ شِمَالِي، وَمِنْ فَوْقِي، وَأَعُوذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِي
Latin: Allahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyah fid dunyaa wal aakhirah. Allahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyah fii diinii wa dunyaaya wa ahlii wa maalii. Allahummastur ‘auraatii wa aamin rau’aatii. Allahummahfazhnii mim baini yadayya, wa min khalfii, wa ‘an yamiinii, wa ‘an syimaalii, wa min fauqii, wa a’uudzu bi’azhamatika an ughtaala min tahtii.
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon ampunan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon ampunan dan keselamatan dalam agamaku, duniaku, keluargaku, dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (kekurangan dan aibku) dan tenangkanlah rasa takutku. Ya Allah, jagalah aku dari arah depanku, belakangku, kanan dan kiriku, serta dari atasku. Dan aku berlindung dengan keagungan-Mu agar tidak dibinasakan dari arah bawahku.”
8. Doa Penjagaan dari Bahaya Bumi dan Langit — 3 Kali
Doa perlindungan ini diriwayatkan dari Sayyidina Utsman bin Affan ra dalam Sunan Abi Dawud dan Sunan At-Tirmidzi. Siapa saja yang membacanya tiga kali di waktu pagi, tidak akan ada sesuatu pun di bumi maupun di langit yang dapat mencelakakannya.
بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Latin: Bismillaahilladzii laa yadhurru ma’asmihii syai-un fil ardhi wa laa fis samaa-i wa huwas samii’ul ‘aliim.
Artinya: “Dengan menyebut nama Allah yang bersama nama-Nya tidak ada sesuatu pun yang dapat membahayakan, baik di bumi maupun di langit, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
9. Keridhaan terhadap Islam dan Rasulullah — 3 Kali
Pengakuan rasa rela dan pasrah beriman kepada Allah, Islam, dan Nabi Muhammad ﷺ ini dibaca tiga kali setiap pagi. Hadits riwayat Abu Dawud dan At-Tirmidzi menyatakan bahwa orang yang mengamalkannya berhak memperoleh keridhaan Allah pada hari kiamat.
رَضِيتُ بِاللَّهِ رَبًّا، وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا
Latin: Radhiitu billaahi rabbaa, wa bil islaami diinaa, wa bi muhammadin shallallaahu ‘alaihi wa sallama nabiyyaa.
Artinya: “Aku rela Allah sebagai Tuhanku, Islam sebagai agamaku, dan Muhammad ﷺ sebagai nabiku.”
10. Doa Memohon Pertolongan dan Perbaikan Urusan — 1 Kali
Doa ini diriwayatkan dari sahabat Anas bin Malik ra dalam kitab riwayat Al-Hakim dan An-Nasa’i. Nabi ﷺ berpesan kepada putrinya, Sayyidah Fathimah ra, agar tidak meninggalkan bacaan ini di waktu pagi dan petang.
يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيثُ، أَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ، وَلَا تَكِلْنِي إِلَىٰ نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ
Latin: Yaa hayyu yaa qayyuumu birahmatika astaghiits, ashlih lii sya’nii kullahuu, wa laa takilnii ilaa nafsii tharfata ‘ain.
Artinya: “Wahai Yang Mahahidup lagi Maha Berdiri Sendiri, dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan. Perbaikilah seluruh urusanku, dan janganlah Engkau serahkan urusanku kepada diriku sendiri walau sekejap mata pun.”
11. Doa Pengakuan Fitrah Islam — 1 Kali
Doa riwayat Imam Ahmad dan Ad-Darimi dari sahabat Abdurrahman bin Abza ra ini menegaskan keteguhan kita berada di atas fitrah agama Islam dan ajaran tauhid Nabi Ibrahim as.
أَصْبَحْنَا عَلَىٰ فِطْرَةِ الْإِسْلَامِ، وَعَلَىٰ كَلِمَةِ الْإِخْلَاصِ، وَعَلَىٰ دِينِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَعَلَىٰ مِلَّةِ أَبِينَا إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ
Latin: Ashbahnaa ‘alaa fithratil islaam, wa ‘alaa kalimatil ikhlaash, wa ‘alaa diini nabiyyinaa muhammadin shallallaahu ‘alaihi wa sallam, wa ‘alaa millati abiinaa ibraahiima haniifam muslimaa, wa maa kaana minal musyrikiin.
Artinya: “Kami memasuki waktu pagi di atas fitrah Islam, di atas kalimat ikhlas (tauhid), di atas agama Nabi kami Muhammad ﷺ, dan di atas millah bapak kami Ibrahim yang lurus lagi berserah diri, dan dia bukanlah termasuk orang-orang musyrik.”
12. Kalimat Tauhid Penggugur Kesalahan — 10 Kali atau 100 Kali
Membaca kalimat tahlil ini dapat dilakukan sebanyak 10 kali atau digenapi hingga 100 kali sesuai kelapangan waktu. Dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari sahabat Abu Hurairah ra, siapa saja yang membacanya seratus kali dalam sehari akan memperoleh pahala seperti membebaskan sepuluh budak, dicatat seratus kebaikan, dihapus seratus kesalahan, dan dijaga dari gangguan setan sepanjang hari itu.
لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Latin: Laa ilaaha illallaahu wahdahuu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa ‘alaa kulli syai-in qadiir.
Artinya: “Tidak ada tuhan selain Allah yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala puji, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.”
13. Tasbih Harian dan Pelebur Dosa — 100 Kali
Kalimat tasbih Subhanallahi wa bihamdihi dibaca sebanyak 100 kali. Rasulullah ﷺ bersabda dalam Shahih Bukhari dan Muslim bahwa membaca tasbih ini seratus kali dalam sehari dapat menghapuskan dosa dan kesalahan kita walau sebanyak buih di lautan.
سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ
Latin: Subhaanallaahi wa bihamdih.
Artinya: “Mahasuci Allah dan dengan memuji-Nya.”
Selain lafal tasbih ringkas di atas, kita juga dianjurkan melengkapinya dengan tasbih berbobot berat riwayat Sayyidah Juwairiyah ra (HR. Muslim) sebanyak 3 kali:
سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ، عَدَدَ خَلْقِهِ، وَرِضَا نَفْسِهِ، وَزِنَةَ عَرْشِهِ، وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ
Latin: Subhaanallaahi wa bihamdih, ‘adada khalqih, wa ridhaa nafsih, wa zinata ‘arsyih, wa midaada kalimaatih.
Artinya: “Mahasuci Allah dan dengan memuji-Nya, sebanyak hitungan makhluk-Nya, sejauh keridhaan diri-Nya, seberat timbangan singgasana-Nya, dan sebanyak tinta kalimat-kalimat-Nya.”
14. Istighfar Harian Pelebur Dosa — 100 Kali
Sebagai penutup rangkaian wirid pagi, kita membaca istighfar dan tobat sebanyak 100 kali. Sahabat Al-Agharr Al-Muzani ra meriwayatkan dalam Shahih Muslim bahwa Rasulullah ﷺ sendiri beristighfar kepada Allah sebanyak seratus kali setiap hari.
أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ
Latin: Astaghfirullaaha wa atuubu ilaih.
Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah dan bertobat kepada-Nya.”
Sebagai pelengkap amalan setelah salat Subuh, kita juga bisa membaca doa memohon rezeki halal dan ilmu bermanfaat (HR. Ibnu Majah no. 925): Allahumma inni as’aluka ‘ilman nafi’a, wa rizqan thayyiba, wa ‘amalan mutaqabbala (Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amalan yang diterima).
Tabel Rangkuman Urutan dan Jumlah Bacaan Wirid Pagi
Untuk memudahkan kita menghafal dan mengamalkannya setiap pagi, berikut rangkuman seluruh bacaan dzikir pagi beserta jumlah pengulangannya:
| No | Nama Bacaan | Lafal Ringkas | Jumlah | Riwayat Hadits |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Ayat Kursi | Allahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuum… | 1 kali | HR. An-Nasa’i & Al-Hakim |
| 2 | Tiga Surah Perlindungan | Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas | 3 kali tiap surah | HR. Abu Dawud & At-Tirmidzi |
| 3 | Doa Masuk Waktu Pagi | Ashbahna wa ashbahal mulku lillah… | 1 kali | HR. Muslim |
| 4 | Doa Kesyukuran Pagi | Allahumma bika ashbahna wa bika amsaina… | 1 kali | HR. Abu Dawud & At-Tirmidzi |
| 5 | Sayyidul Istighfar | Allahumma anta rabbi laa ilaaha illaa anta… | 1 kali | HR. Bukhari |
| 6 | Doa Afiat Anggota Tubuh | Allahumma ‘aafinii fii badanii… | 3 kali | HR. Abu Dawud & Ahmad |
| 7 | Doa Keselamatan Dunia Akhirat | Allahumma inni as-alukal ‘afwa wal ‘afiyah… | 1 kali | HR. Abu Dawud & Ibnu Majah |
| 8 | Doa Perlindungan Bahaya | Bismillahilladzi la yadhurru ma’asmihi syai’un… | 3 kali | HR. Abu Dawud & At-Tirmidzi |
| 9 | Keridhaan Iman | Radhitu billahi rabba wa bil islami diina… | 3 kali | HR. Abu Dawud & At-Tirmidzi |
| 10 | Doa Perbaikan Urusan | Ya hayyu ya qayyum bi rahmatika astaghits… | 1 kali | HR. Al-Hakim & An-Nasa’i |
| 11 | Doa Fitrah Islam | Ashbahna ‘ala fithratil islam… | 1 kali | HR. Ahmad |
| 12 | Kalimat Tauhid | La ilaha illallah wahdahu la syarika lah… | 10x / 100x | HR. Bukhari & Muslim |
| 13 | Tasbih Harian | Subhanallahi wa bihamdihi | 100 kali | HR. Bukhari & Muslim |
| 14 | Istighfar Harian | Astaghfirullah wa atubu ilaih | 100 kali | HR. Bukhari & Muslim |
Tanya Jawab Seputar Amalan Dzikir Pagi (FAQ)
Apakah bacaan dzikir pagi harus dibaca urut sesuai daftar?
Tidak ada keharusan membaca dzikir pagi secara kaku dari nomor awal sampai akhir. Susunan di atas dibuat untuk memudahkan kita membiasakannya secara tertib. Jika karena keterbatasan waktu kita hanya sempat membaca sebagian bacaan, misalnya Ayat Kursi, Tiga Surah Perlindungan, dan Sayyidul Istighfar, amalan tersebut tetap sah dan bernilai pahala di sisi Allah.
Bolehkah membaca wirid pagi melalui layar HP jika belum hafal?
Boleh. Membaca wirid pagi melalui layar ponsel atau buku saku sangat dianjurkan bagi siapa saja yang belum hafal seluruh lafalnya. Yang terpenting adalah lisan kita tetap melafalkannya dengan jelas dan hati kita memahami arti doa yang sedang dipanjatkan.
Apa perbedaan antara dzikir pagi dan dzikir setelah shalat fardhu?
Dzikir setelah salat fardhu Subuh adalah dzikir khusus setelah salam, seperti membaca istighfar tiga kali, Allahumma antas salam, tasbih 33 kali, tahmid 33 kali, dan takbir 33 kali. Sementara itu, dzikir pagi adalah amalan tersendiri yang waktunya berlangsung sepanjang fajar hingga terbit matahari. Kita bisa membacanya langsung bersambung setelah dzikir salat Subuh selesai, atau membacanya beberapa saat kemudian.
Apa yang harus dilakukan jika waktu dzikir pagi terlewat hingga siang?
Jika kita baru teringat pada siang hari karena kesibukan mendadak, kita tetap dianjurkan untuk membacanya. Para ulama menyebutkan bahwa membaca wirid harian di luar waktu utamanya tetap bernilai kebaikan sebagai bentuk kepedulian menjaga amalan agar tidak terputus sama sekali.