Surat Al Baqarah Ayat 1-100 dengan Tafsir

Yuk baca Surat al Baqarah ayat 1-100 untuk taqarrub, tilawah sekaligus menambah wawasan qurani.


Surah Al-Baqarah adalah surah kedua dalam Al-Qur’an dan merupakan yang terpanjang, terdiri dari 286 ayat. Panjangnya surah ini mencerminkan keluasan tema yang dikandungnya: mulai dari hukum syariat, ibadah, sejarah para nabi, hingga etika sosial dan peringatan-peringatan moral.

Artikel Qurani nahwu.id akan menyajikan bacaan Surah Al-Baqarah ayat 1–100 sebagai bahan ibadah tilawah, hafalan, dan renungan makna. Untuk memudahkan pemahaman, setiap kelompok ayat juga dilengkapi dengan penjelasan tema secara ringkas berdasarkan tafsir.

Surat Al Baqarah Ayat 1 sampai 100

Awal Surat Alif lam mim yakni Surah Al-Baqarah ini, langsung mengajak kita untuk menyadari posisi kita di hadapan wahyu: sebagai hamba yang butuh petunjuk, sebagai manusia yang diuji keimanannya, dan sebagai makhluk yang tak bisa hidup tanpa cahaya dari langit.

Sebelum membaca surah ini, Anda disunnahkan baca ta’awudz dan basmalah. Mari kita baca bersama dengan niat lillahi ta’ala.

Bagi Anda yang ingin membaca secara lebih nyaman, menghafal, atau membagikannya kepada keluarga dan sahabat, kami telah menyusun versi PDF dari ayat-ayat Surah Al-Baqarah 1–100 beserta penjelasan tematik ringkasnya.

Silakan unduh secara gratis dan jangan ragu untuk menyebarkannya. Semoga setiap huruf yang dibaca, setiap ayat yang dihafal, dan setiap ilmu yang dibagikan menjadi amal jariyah yang terus mengalir, insya Allah.

Tafsir Surat Al Baqarah Ayat 1-100 (Kemenag RI)

Untuk memperdalam pemahaman dan memperkaya bacaan, berikut kami sajikan tafsir ringkas dari Kementerian Agama Republik Indonesia untuk ayat-ayat 1 hingga 100 dari Surah Al-Baqarah. Tafsir ini membantu menyingkap makna di balik ayat, serta menjelaskan konteks dan pesan-pesan utamanya secara lugas dan mudah dipahami.

Topik Surat Al Baqarah Ayat 1-100

Pada bagian awal surah ini — yaitu dari ayat 1 hingga 100 — tersusun narasi yang padat dan dalam. Setidaknya ada tiga topik besar yang bisa kita temukan di dalamnya:

  1. Gambaran tentang tiga golongan manusia dalam menyikapi iman dan wahyu, yaitu orang-orang beriman, kafir, dan munafik. Ketiganya tidak hanya dijelaskan secara teologis, tapi juga melalui sikap dan perilaku yang mencerminkan kondisi hati mereka.
  2. Seruan universal untuk menyembah Allah semata, dibangun di atas landasan ciptaan dan nikmat yang nyata dalam kehidupan manusia. Dalam bagian ini, ditampilkan juga kisah awal penciptaan manusia melalui kisah Nabi Adam, sebagai pelajaran tentang kejatuhan, kesalahan, dan ampunan.
  3. Peringatan dan ajakan kepada Bani Israil, yaitu kaum Yahudi yang hidup di sekitar Madinah pada masa turunnya surah ini. Mereka diingatkan akan sejarah panjang nikmat dan pengkhianatan, serta diajak untuk mengakui kebenaran Nabi Muhammad yang sebenarnya sudah dikenal dalam kitab-kitab mereka sendiri.

Surah Al-Baqarah Ayat 1–20

Tema: Teguran untuk Orang-Orang Kafir dan Munafik

Penjelasan Ringkas:

Pada bagian pembuka ini, Al-Qur’an langsung mengklasifikasikan manusia dalam tiga golongan:

Orang-orang beriman:

Mereka adalah yang beriman kepada hal-hal gaib seperti keberadaan Allah, malaikat, dan akhirat. Mereka menegakkan salat, menunaikan zakat atau infak, serta percaya pada wahyu yang dibawa Nabi Muhammad dan nabi-nabi terdahulu.

Orang-orang kafir:

Golongan ini digambarkan sebagai orang yang membangkang dan menolak iman meski telah datang bukti dan penjelasan. Peringatan tidak berpengaruh bagi mereka karena hati mereka telah tertutup.

Orang-orang munafik:

Kelompok ini secara lahiriah tampak beriman, tetapi dalam hatinya penuh keraguan, kebohongan, dan niat buruk. Mereka menipu diri sendiri, meski menyangka sedang menipu Allah dan orang-orang beriman.

Iman harus disertai tindakan nyata, bukan hanya ucapan. Allah mengetahui isi hati manusia, dan kemunafikan adalah bahaya yang menghancurkan dari dalam.

Surah Al-Baqarah Ayat 21–38

Tema: Seruan untuk Menyembah Allah Saja

Penjelasan Ringkas:

Ayat-ayat ini merupakan seruan terbuka kepada seluruh umat manusia agar hanya menyembah Allah. Argumennya sangat rasional dan universal:

Allah-lah yang menciptakan manusia dan seluruh ciptaan di langit dan bumi.

Dialah yang menurunkan hujan dan menumbuhkan makanan dari tanah.

Maka sangat tidak masuk akal jika manusia berpaling dari-Nya dan menyembah ciptaan-Nya.

Dalam bagian ini juga Allah menantang siapa saja yang meragukan keaslian Al-Qur’an untuk membuat satu surah saja yang serupa. Tak lupa, dikisahkan pula tentang Nabi Adam: keistimewaannya sebagai manusia pertama, ujiannya, kesalahannya, dan pengampunan dari Allah setelah bertobat.

Hanya Allah yang berhak disembah. Manusia diciptakan dengan akal dan hati agar mengakui keesaan-Nya. Ketundukan kepada selain-Nya adalah bentuk kesesatan dan kezaliman terhadap diri sendiri.

Surah Al-Baqarah Ayat 39–100

Tema: Ajakan kepada Bani Israil agar Mengakui Kebenaran Nabi Muhammad

Penjelasan Ringkas:

Bagian ini secara khusus ditujukan kepada Bani Israil, yaitu kaum Yahudi yang hidup di sekitar Madinah. Mereka diajak untuk merenungkan sejarah mereka sendiri:

Allah telah menyelamatkan mereka dari tirani Fir’aun.

Mereka menerima makanan dari langit (manna dan salwa).

Mereka diberi kitab suci (Taurat) dan diutus para nabi.

Namun, mereka sering kali membangkang:

Menyembah anak sapi meski baru saja diselamatkan dari Mesir.

Menolak perintah-perintah Allah dengan alasan-alasan yang dibuat-buat.

Bahkan sampai membunuh nabi-nabi yang membawa kebenaran.

Ironisnya, mereka telah mengetahui ciri-ciri kenabian Muhammad dari kitab mereka, tetapi banyak di antara mereka tetap menolak. Penyebabnya bukan karena kurang bukti, melainkan karena iri, dengki, dan kesombongan.

Kebenaran bukanlah milik golongan atau keturunan tertentu. Siapa pun yang menolak kebenaran karena kesombongan akan tersesat, meskipun berasal dari kaum yang dahulu dimuliakan.


Surah ke-2 ini bukan sekadar susunan kata-kata indah. Ia adalah pesan langsung dari Allah yang penuh peringatan, tuntunan, dan pengajaran. Dalam Surat al Baqarah ayat 1-100 ini, kita diajak untuk:

  • Mengenal siapa diri kita: beriman, kafir, atau munafik?
  • Merenungi asal-usul dan tujuan hidup.
  • Belajar dari sejarah umat-umat terdahulu agar tidak mengulang kesalahan mereka.

Semoga pembacaan dan perenungan Surah Al-Baqarah ini menjadi jalan bagi kita untuk lebih dekat dengan Al-Qur’an dan menghidupkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.