Qs Ad-Dhuha Ayat 3 Arab, Latin, Artinya berikut Ragam Tafsiran

Siapa yang tidak tahu manfaat surat Ad-Dhuha? Namun hanya sedikit yang memahami bagian yang lebih dalam dan tersembunyi, termasuk Ad-Dhuha Ayat 3, baik tulisan Arab, Latin, arti dan tafsirnya.

Ayat ini merupakan titik penting dalam rangkaian wahyu yang diterima oleh Nabi Muhammad SAW. Lewat tafsir-tafsir, kita diberikan pandangan yang lebih mendalam mengenai makna dan pesan yang terkandung di dalamnya.

Ayat ini mengajarkan tentang kesetiaan, cinta, dan perhatian Allah terhadap Nabi-Nya, serta pentingnya bersikap sabar dan husnudzon dalam menghadapi tantangan kehidupan. Mari kita kaji bersama!

Bacaan Ad-Dhuha Ayat 3 Arab, Latin, Artinya

Qs Ad Dhuha Ayat 3 Arab Latin Artinya

Berikut aneka bentuk ayat ketiga surah ad Dhuha dalam berbagai versi.

Ad-Dhuha Ayat 3 Arab

Teks Arab ayat ketiga dari surah ad-Dhuha

مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلَىٰ

Ad Dhuha Ayat 3 Latin

Maa wadda’aka robbuka wa maa qolaa

Arti Dhuha Ayat 3

Ad-Dhuha ayat 3 artinya “Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu”. Sementara arti ad-Dhuha ayat 3 dalam bahasa Inggris adalah “Thy Guardian-Lord hath not forsaken thee, nor is He displeased“.

Ragam Tafsir Ad-Dhuha Ayat 3

Empat penafsiran Qs adh-Dhuha dari kitab Tafsir Al-Muyassar, Al-Mukhtashar, Al-Madinah Al-Munawwarah, dan Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir. Keempat penafsiran ini memiliki konsistensi dalam tema yang diungkapkan, yang dapat dipahami dan diringkas sebagai berikut:

Pertama-tama, melalui tafsir Ayat 3 dari Surah Ad-Dhuha, kesetiaan Allah terhadap Nabi Muhammad SAW dalam konteks menahan wahyu diungkapkan. Tafsir Al-Muyassar menegaskan bahwa Allah tidak meninggalkan Nabi dan tidak pula merasa marah karena penahanan wahyu.

Kehadiran ayat ini terhubung dengan periode di mana wahyu terhenti, yang oleh orang-orang kafir diartikan sebagai Nabi Muhammad ditinggalkan dan dibenci oleh Tuhannya.

Tafsir Al-Mukhtashar memberikan pengertian bahwa Allah senantiasa bersama Nabi Muhammad SAW, dan tidak ada rasa murka dari Allah terhadap beliau ketika wahyu terhenti. Allah diakui mengawasi dan mendidik Nabi dengan pendidikan yang penuh perhatian dan dalam taraf yang semakin tinggi.

Di sisi lain, Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah mengklarifikasi bahwa penurunan wahyu kepada Nabi Muhammad SAW tidaklah terhenti dan Allah belum menghentikan arus penurunan ayat-Nya. Lebih lanjut, pada saat wahyu tidak turun dalam beberapa waktu, tidak ada kemurkaan Allah terhadap Nabi.

Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir menyoroti bahwa hubungan antara Allah dan Nabi Muhammad SAW tidak terputus, dan wahyu belum terhenti dari beliau. Allah tidak membenci Nabi Muhammad SAW, sebab Nabi senantiasa dalam keadaan dicintai-Nya.

Hal ini mencerminkan kondisi Nabi, baik di masa lalu maupun sekarang, dalam keadaan yang sangat sempurna. Cinta Allah kepada Nabi tidak berubah, dan beliau terus ditingkatkan menuju kesempurnaan. Perhatian Allah terhadap Nabi tetap abadi.

Pesan dan Pelajaran dari Ad-Dhuha Ayat 3

Qs ad-Dhuha ayat 3 menyiratkan pesan sentral yang menyoroti tiga aspek esensial, yakni kesetiaan, cinta, dan perhatian Allah terhadap Nabi Muhammad SAW. Pesan ini menggambarkan realitas ilahi yang senantiasa memelihara dan mendampingi utusan-Nya dalam segala konteks.

Selain itu, ayat ini menunjukkan makna pentingnya menjunjung tinggi nilai sabar dan pandangan positif ketika dihadapkan pada ujian dan tantangan kehidupan. Penekanan atas sifat-sifat ini mengindikasikan tata cara spiritual dalam menghadapi perjalanan hidup.

Selanjutnya, ayat ini berfungsi sebagai pengingat bagi manusia untuk menolak pandangan yang meragukan integritas Nabi Muhammad SAW. Klaim-kalaim negatif yang ditujukan terhadap beliau harus ditinjau dengan penuh kritis dan kecermatan, sesuai dengan hakikat beliau sebagai utusan Allah.

Ayat ketiga ini, dengan demikian, menegaskan esensi peran beliau sebagai perantara ilahi yang harus dipersepsi dan diakui dengan sepenuhnya.

Penutup

Demikian penjelasan SurahAd Dhuha Ayat 3 Arab, Latin, arti dan ragam tafsirannya yang menitikberatkan terhadap hubungan antara Allah dan Nabi Muhammad SAW yang senantiasa terjaga

Ayat ketiga ini klarifikasi sekaligus bantahan terhadap orang-orang kafir yang mengartikan Allah meningalkan dan membenci Muhammad karena berhentinya wahyu untuk beberapa waktu. Wallahu a’lam bishawab.