Cara menulis Bismillahirrahmanirrahim di Word bisa kita selesaikan melalui empat cara praktis tanpa perlu memasang aplikasi tambahan: menggunakan kode shortcut Unicode FDFD lalu menekan Alt + X, menyalin langsung lafazh Arab berharakat, memanfaatkan menu Insert Symbol, atau mengetik mandiri menggunakan keyboard Arab.
Pilihan metode ini tentu kembali pada kebutuhan dokumen kita. Kalau kita hanya perlu menyisipkan kaligrafi pembuka surat atau makalah secara instan, shortcut keyboard adalah jalan pintas paling ringkas. Namun, jika lembar kerja kita menuntut tulisan Arab lengkap dengan baris fathah, kasrah, dan tasydid yang terbaca terang, menyalin teks Arab berharakat menjadi opsi yang jauh lebih aman.

Tulisan Bismillahirrahmanirrahim yang Siap Disalin
Bagi kita yang ingin segera memasukkan lafazh Bismillah ke lembar kerja Microsoft Word tanpa perlu repot mengetik tuts huruf hijaiyah satu per satu, silakan salin salah satu dari tiga ragam penulisan berikut sesuai format dokumen yang sedang disiapkan.
1. Tulisan Bismillahirrahmanirrahim Lengkap Berharakat
Bentuk ini paling pas digunakan untuk pembuka makalah resmi, surat keputusan, proposal kegiatan, atau karya tulis yang membutuhkan tampilan harakat lengkap:
Bacaan Latin: Bismillahir rahmanir rahim
Arti: “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.”
2. Tulisan Bismillah Tanpa Harakat (Sederhana)
Jika format dokumen menghendaki tampilan yang lebih ringkas atau font yang digunakan tampak terlalu padat saat memuat baris harakat, teks Arab tanpa harakat berikut bisa menjadi pilihan:
3. Simbol Ligatur Kaligrafi Bismillah Unicode
Karakter ini bukan susunan huruf Arab biasa yang terpisah, melainkan satu glif lambang kaligrafi terpadu (ligatur) yang tersimpan dalam standar Unicode internasional:
Kalau kita perhatikan, ketiga bentuk di atas memiliki karakteristik teknis yang berbeda. Teks Arab berharakat tersusun atas rangkaian karakter alfabet Arab mandiri yang bisa kita edit huruf per huruf, sedangkan lambang ligatur diperlakukan oleh Microsoft Word sebagai satu karakter tunggal.
4 Cara Menulis Bismillahirrahmanirrahim di Word
Nah, setelah mengetahui ragam bentuknya, berikut empat cara praktis memasukkan lafazh Bismillah ke dalam dokumen Microsoft Word langkah demi langkah.
1. Menggunakan Shortcut FDFD + Alt + X
Cara pertama ini adalah trik paling cepat yang banyak digunakan oleh para pengetik naskah. Microsoft Word di sistem operasi Windows memiliki fitur bawaan untuk mengubah kode heksadesimal Unicode menjadi simbol karakter secara otomatis menggunakan kombinasi tombol Alt + X.
Langkah-langkahnya sangat mudah:
- Buka dokumen Microsoft Word kita dan arahkan kursor ke baris tempat tulisan Bismillah ingin diletakkan.
- Ketik empat karakter kode:
FDFD(bisa menggunakan huruf kapital maupun huruf kecil tanpa spasi). - Pastikan posisi kursor berada tepat di belakang huruf D terakhir.
- Tekan tombol Alt dan huruf X pada keyboard secara bersamaan.
- Seketika itu juga, teks kode
FDFDakan berubah wujud menjadi karakter kaligrafi Bismillah yang indah.
Sebenarnya persoalannya bisa dipahami secara teknis: kode FDFD merujuk pada titik kode standar U+FDFD dalam kelompok Arabic Presentation Forms-A. Fitur Alt + X adalah konverter dua arah bawaan Word. Jika kita menekan Alt + X kembali saat kursor berada di belakang simbol tersebut, karakternya akan kembali berwujud tulisan kode heksadesimal.
2. Menyalin Langsung (Copy Paste) Lafazh Arab
Metode kedua adalah cara paling ramah bagi siapa saja yang tidak ingin menghafal kode pintasan atau belum memasang pengaturan bahasa asing di komputernya. Menyalin teks Arab yang sudah rapi memastikan harakat tidak bergeser.
Berikut tahapan melakukannya:
- Pilih dan salin teks tulisan Arab Bismillahirrahmanirrahim yang telah kita sediakan pada kotak di atas dengan menekan tombol salin atau menekan kombinasi Ctrl + C.
- Beralih ke jendela Microsoft Word kita.
- Arahkan kursor ke lokasi yang dikehendaki, lalu tekan tombol Ctrl + V untuk menempelkan tulisan.
- Periksa bentuk huruf dan harakatnya. Bila format huruf berubah mengikuti gaya paragraf sebelumnya, klik ikon kecil Paste Options yang muncul di dekat teks, lalu pilih Keep Source Formatting.
Metode ini sangat disarankan jika kita sedang menyusun dokumen formal yang mewajibkan kejelasan tanda baca seperti tasydid dan mad thabi’i agar pembaca tidak keliru melafalkannya.
3. Melalui Menu Insert Symbol di Microsoft Word
Bagi kita yang lebih nyaman memilih karakter lewat tampilan visual antarmuka Word, menu Symbol menyediakan pustaka lengkap karakter khusus aksara dunia.
Ikuti panduan berikut dengan cermat:
- Buka aplikasi Microsoft Word dan pastikan kursor aktif pada posisi yang diinginkan.
- Klik tab Insert pada barisan menu atas (ribbon).
- Di ujung sebelah kanan, klik menu Symbol, kemudian pilih opsi More Symbols.
- Pada kotak dialog yang terbuka, atur pilihan dropdown Font ke jenis font standar seperti (normal text), Arial, Times New Roman, atau font Arab khusus seperti Traditional Arabic.
- Pada kotak dropdown Subset (pastikan memilih Subset, bukan pengaturan lain), pilih kelompok Arabic Presentation Forms-A.
- Cari glif kaligrafi Bismillah dengan melihat kolom karakter atau mengetikkan
FDFDpada kolom Character code di pojok bawah. - Setelah lambang Bismillah tersorot, klik tombol Insert, lalu klik Close untuk menutup jendela.
Melalui jendela More Symbols ini, kita juga bisa mengatur tombol pintas kustom (Shortcut Key) sendiri sesuai preferensi jari kita jika ingin membuat kombinasi tombol lain yang lebih mudah diingat.
4. Mengetik Manual Menggunakan Keyboard Arab
Jika aktivitas harian kita sering bersentuhan dengan penulisan makalah berbahasa Arab, memasang tata letak (layout) keyboard Arab di Windows adalah solusi permanen yang paling fleksibel.
Berikut langkah penyiapannya dari pengaturan Windows hingga pengetikan di Word:
- Memasang Bahasa Arab di Windows: Buka menu Settings komputer (tekan kombinasi Windows + I), pilih menu Time & Language, lalu klik Language & region (pada Windows 10 cukup klik Language). Klik tombol Add a language, ketik Arabic, pilih Arabic (Saudi Arabia), lalu selesaikan penambahan bahasa. Pastikan jenis keyboard yang terpasang adalah Arabic (101).
- Beralih Tata Letak Keyboard: Saat bekerja di Word, beralihlah dari keyboard Indonesia ke Arab dengan menekan kombinasi tombol Windows + Space atau Alt + Shift. Indikator bahasa di pojok kanan taskbar akan berubah menjadi ARA.
- Mengatur Arah Teks Kanan ke Kiri (RTL): Pada tab Home di Microsoft Word, klik tombol Right-to-Left Text Direction pada bagian Paragraph. Langkah ini sangat penting agar kursor mulai mengetik dari sisi kanan ke kiri dan tanda baca tidak melompat berantakan.
- Mengetikkan Huruf dan Harakat: Jika belum hafal letak huruf hijaiyah pada tuts fisik keyboard, aktifkan On-Screen Keyboard lewat menu pencarian Windows untuk memandu posisi jari.
Untuk memasukkan harakat saat mengetik manual, gunakan kombinasi tombol berikut:
- Fathah (ـَ): tekan tombol Shift + Q
- Fathatain / Tanwin Fathah (ـً): tekan tombol Shift + W
- Dhammah (ـُ): tekan tombol Shift + E
- Dhammatain / Tanwin Dhammah (ـٌ): tekan tombol Shift + R
- Kasrah (ـِ): tekan tombol Shift + A
- Kasratain / Tanwin Kasrah (ـٍ): tekan tombol Shift + S
- Sukun (ـْ): tekan tombol Shift + X
- Tasydid / Syaddah (ـّ): tekan tombol Shift + ~ (tombol di sebelah kiri angka 1)
Perbandingan 4 Metode Menulis Bismillah di Word
Untuk membantu kita menentukan metode mana yang paling pas dengan situasi kerja saat ini, berikut ikhtisar perbandingan keempat cara di atas:
| Metode | Langkah Utama | Kelebihan | Kekurangan | Saran Penggunaan |
|---|---|---|---|---|
| Shortcut FDFD + Alt+X | Ketik FDFD lalu tekan Alt + X | Sangat cepat, hitungan detik langsung jadi | Berupa satu glif simbol, bentuk huruf tidak bisa diedit mandiri | Judul awal surat dinas, pembuka berkas kilat |
| Salin Tempel (Copy Paste) | Salin dari web lalu tekan Ctrl + V di Word | Harakat lengkap dan susunan huruf dijamin rapi | Perlu membuka peramban untuk menyalin teks | Makalah resmi, skripsi, dan dokumen formal berbaris lengkap |
| Menu Insert Symbol | Insert → Symbol → More Symbols → Arabic Presentation Forms-A | Bisa memilih visual karakter langsung dalam Word | Memerlukan beberapa kali klik menu | Alternatif bila shortcut Alt+X tidak merespons |
| Mengetik Keyboard Arab | Tambah bahasa Arabic 101 lalu aktifkan RTL | Bebas merangkai teks dan harakat sesuka hati | Perlu instalasi bahasa dan membiasakan posisi tuts | Penulisan artikel Arab panjang dan kutipan kitab |
Kedudukan Basmalah dalam Lembaran Mushaf Al-Qur’an
Lafazh basmalah memiliki kedudukan yang sangat agung dalam kalamullah. Di dalam Surat Al-Fatihah, mayoritas ulama mazhab Syafi’i dan ketetapan Mushaf Standar Indonesia menempatkan basmalah sebagai ayat pertama yang wajib dibaca saat mendirikan shalat. Memulai setiap urusan baik dengan menyebut nama Allah adalah amalan mulia yang senantiasa dijaga oleh umat Islam sejak masa kenabian.
Selain menjadi ayat pembuka dalam Al-Qur’an Surah Al-Fatihah dan mengawali hampir seluruh surah lainnya, kalimat basmalah secara utuh juga tercantum di tengah lembaran wahyu. Kalimat mulia ini termaktub ketika Al-Qur’an mengisahkan lembaran surat dari Nabi Sulaiman ‘alaihissalam kepada Ratu Bilqis di negeri Saba’, sebagaimana firman Allah dalam Surat An-Naml ayat 30:
إِنَّهُ مِنْ سُلَيْمَانَ وَإِنَّهُ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
Artinya: “Sesungguhnya (surat) itu dari Sulaiman dan sesungguhnya (isinya), ‘Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.'” (QS. An-Naml: 30)
Karena pesan wahyu dalam Surah An-Naml inilah, para ulama dan cendekiawan muslim membiasakan diri menuliskan basmalah di bagian paling atas surat dinas, kitab, maupun naskah resmi mereka. Bagi kita yang ingin mendalami telaah makna dan kaidah penulisannya, silakan simak ulasan lengkap seputar sejarah tulisan arab bismillah dari awal penggunaannya dalam mushaf Al-Qur’an.
Mengatasi Masalah Tulisan Bismillah di Word
Saat mempraktikkan tutorial di atas, terkadang ada kendala teknis yang membuat tulisan tidak tampil sebagaimana mestinya. Berikut beberapa masalah yang kerap ditemui beserta solusi praktisnya:
1. Kode FDFD Tidak Berubah Menjadi Simbol Saat Menekan Alt + X
Kalau kode FDFD yang kita ketik tidak lekas berganti menjadi simbol ligatur, periksa beberapa hal berikut:
- Jarak kursor: Pastikan tidak ada spasi antara huruf D terakhir dan kursor. Kursor harus menempel persis di sebelah kanan kode
FDFDsebelum tombol Alt + X ditekan. - Sistem operasi dan perangkat lunak: Perlu diingat bahwa fungsi pintasan Alt + X adalah fitur eksklusif Microsoft Word pada sistem operasi Windows. Jika kita menggunakan Microsoft Word di komputer Mac atau Word versi web (Word Online di browser), shortcut ini memang tidak didukung secara bawaan. Solusinya, gunakan metode salin tempel (copy paste) dari teks yang telah kita sediakan di atas.
- Blok teks terlebih dahulu: Jika menaruh kursor di belakang kode belum berhasil, coba sorot (blok) keempat huruf
FDFDtersebut dengan tetikus (mouse), baru kemudian tekan Alt + X.
2. Simbol Bismillah Tampil Sebagai Kotak Kosong atau Tanda Tanya
Masalah kotak kosong (dikenal sebagai tofu) terjadi ketika jenis font yang sedang aktif di Word tidak memiliki glif gambar untuk karakter Unicode FDFD. Untuk mengatasinya:
- Sorot karakter kotak yang bermasalah tersebut.
- Ganti font melalui tab Home ke jenis huruf yang terbukti kaya aksara internasional, seperti Arial, Calibri, Segoe UI, Times New Roman, atau font khusus Arab seperti Arabic Typesetting dan Traditional Arabic.
- Karakter kaligrafi Bismillah seketika akan muncul dengan jelas setelah font yang kompatibel dipilih.
3. Susunan Huruf Arab Terputus-putus atau Arah Harakat Terbalik
Jika teks Arab yang kita salin tampak terbalik urutan hurufnya (misal kata terakhir berada di awal baris kiri) atau tanda baca berhamburan tidak karuan, biang keladinya hampir selalu berada pada pengaturan arah paragraf.
Langkah perbaikannya:
- Blok seluruh baris teks Arab tersebut.
- Masuk ke tab Home, lalu klik ikon Right-to-Left Text Direction pada grup menu Paragraph.
- Secara otomatis, alur teks akan kembali normal mengalir dari kanan ke kiri dengan harakat yang melekat rapi pada huruf induknya.
Tips Merapikan Tata Letak Tulisan Bismillah di Dokumen
Agar tampilan lafazh Bismillah di dokumen kita tampak rapi dan nyaman dibaca, perhatikan beberapa tips tata letak sederhana berikut:
- Atur Posisi Rata Tengah: Tempatkan tulisan Bismillah di tengah-tengah halaman (center alignment) jika difungsikan sebagai pembuka surat dinas, makalah, atau bab buku. Cukup blok teks lalu tekan tombol pintas Ctrl + E.
- Sesuaikan Ukuran Poin Huruf: Karakter Arab umumnya memiliki proporsi visual yang sedikit lebih mungil daripada huruf alfabet latin pada ukuran poin yang sama. Jika teks utama dokumen kita memakai ukuran 12 pt, atur lafazh Bismillah menjadi 14 pt hingga 16 pt agar seimbang dan terbaca jelas.
- Gunakan Font Arab yang Tepat: Untuk dokumen formal berbahasa Indonesia yang memuat sisipan doa pembuka, font Arabic Typesetting atau Traditional Arabic memberikan ketebalan garis yang proporsional berdampingan dengan font latin seperti Times New Roman.
- Kunci Dokumen Sebelum Dibagikan: Bila dokumen hendak dikirimkan ke orang lain lewat surel atau media perpesanan, simpan naskah ke format PDF (F12 lalu pilih PDF) agar susunan huruf Arab tidak bergeser saat dibuka di komputer penerima yang mungkin belum memiliki font serupa.
Pertanyaan Seputar Penulisan Bismillah di Word
Berikut rangkuman jawaban ringkas atas sejumlah pertanyaan yang kerap diajukan seputar pengetikan lafazh Bismillah di Microsoft Word:
Apakah kode FDFD bisa dipakai di Microsoft Word HP (Android atau iOS)?
Tidak bisa. Perangkat seluler tidak mendukung pintasan konversi heksadesimal Alt + X. Di ponsel pintar, cara termudah adalah menyalin teks Arab berharakat dari peramban, lalu menempelkannya langsung ke lembar kerja Word seluler.
Apa perbedaan utama simbol FDFD dengan teks Arab Bismillah biasa?
Kode FDFD menghasilkan satu karakter ligatur tunggal berbentuk kaligrafi, sehingga tidak bisa diedit per huruf atau dihapus salah satu harakatnya. Sebaliknya, teks Arab biasa tersusun atas sembilan belas huruf hijaiyah mandiri yang bisa diubah tata letak, warna, dan tanda bacanya satu per satu.
Apakah kita wajib memasang keyboard Arab untuk sekadar menulis Bismillah?
Tidak wajib. Pemasangan keyboard Arab hanya dibutuhkan jika kita berniat mengetik kalimat bahasa Arab yang bervariasi secara berkala. Untuk sekadar menyisipkan Bismillah di awal surat, metode shortcut FDFD atau salin tempel sudah lebih dari cukup.
Kesimpulan
Mengetahui beragam cara menulis Bismillahirrahmanirrahim di Word memudahkan kita menyesuaikan format dokumen dengan cepat tanpa terhambat kendala teknis.
Kode pintas FDFD ditambah Alt + X adalah solusi paling gesit untuk menyematkan kaligrafi pembuka secara instan di komputer Windows. Sementara itu, menyalin teks Arab berharakat menjadi pilihan paling aman jika dokumen menuntut keterbacaan baris yang sempurna.
Dengan memahami pengaturan arah teks kanan-ke-kiri (RTL) serta pemilihan jenis font yang sesuai, lembar kerja Microsoft Word kita dapat menampilkan lafazh Bismillah secara rapi, indah, dan memenuhi kaidah penulisan yang benar.