Mengenal Bainā dan Bainamā (بَيْنَا وبَيْنمَا)

Dalam bahasa Arab, kata بَيْنَ (baina) pada dasarnya dikenal sebagai zharf makān (kata keterangan tempat). Namun, ketika kata ini berkembang menjadi بَيْنَا (bainā) dan بَيْنمَا (bainamā), fungsinya bergeser menjadi zharf zamān — khususnya untuk menunjukkan kejadian di masa lampau yang disusul oleh kejadian lain secara tiba-tiba. Asal Usul dan Pembentukan Kata Mari kita bedah Baina … Read more

Mengenal عَوْض (Audh): Zharf Zaman Mustaqbal untuk Penegasan yang Tak Terputus

Dalam kajian nahwu Arab, salah satu istilah menarik yang sering muncul dalam konteks zharf (kata keterangan waktu) adalah Audh (عَوْض). Meskipun tidak sepopuler kata-kata seperti أبدًا atau قَطُّ istilah ini mengandung nuansa makna yang kaya dan struktur gramatikal yang khas. 1. Definisi dan Fungsi عَوْض Audh (عَوْض) secara umum digunakan sebagai zharf untuk masa depan … Read more

Istilah قَطُّ (Qaṭṭu): Makna, I’rab, dan Penggunaannya

Dalam khazanah bahasa Arab klasik, ada banyak kata keterangan (ẓarf) yang penggunaannya sangat khas dan tidak bisa diterjemahkan begitu saja ke dalam bahasa lain tanpa kehilangan makna kontekstualnya. Salah satunya adalah “قَطُّ” (qaṭṭu), sebuah istilah yang sering muncul dalam struktur kalimat negatif dan mengandung nuansa makna yang sangat dalam. Makna Dasar dan Asal-usul “قَطُّ” Secara … Read more

Istisna’ dengan Illa إلّا dan Hukumnya

Dalam ilmu nahwu, istisnāʾ (الإستثناء) dengan illa terbagi ke dalam beberapa jenis, ditinjau dari hubungannya antara yang dikecualikan (المستثنى) dan yang dikecualikan darinya (المستثنى منه). Pemahaman jenis ini sangat penting agar kita tidak keliru dalam memahami maksud suatu kalimat Arab, terutama dalam konteks hukum atau tafsir. 1. Istisna’ Muttashil Istisnāʾ muttaṣil terjadi apabila yang dikecualikan … Read more

I’rab Subhanallah Walhamdulillah Walailahaillah Wallahu Akbar

Kalimat dzikir Subhanallah Walhamdulillah Walailahaillah Wallahu Akbar, “سبحان الله، والحمد لله، ولا إله إلا الله، والله أكبر” adalah salah satu bentuk tasbih dan tahlil yang sangat sering diucapkan oleh kaum muslimin. Kita ucapkan dalam shalat, dzikir pagi-petang, bahkan dalam keseharian. Namun di balik keindahan lafaz ini, tersimpan susunan nahwu yang sangat kaya dan menarik untuk … Read more

Perbedaan Lahul Fatihah dan Lahumul Fatihah Serta Lahal Fatihah

Perbedaan Lahul Fatihah dan Lahumul Fatihah – Proses mengirimkan pahala Fatihah biasanya dimulai dengan bacaan khusus, yang umumnya diawali dengan “ila ruhi” dan diakhiri dengan bacaan Fatihah. Namun, sebelum kita membaca al Fatihah, terdapat variasi dalam redaksi ucapan yang sering digunakan. Redaksi tersebut adalah lahul, lahal, lahuma, lahunna, dan lahumul Fatihah. Penting untuk diperhatikan bahwa … Read more

Materi 2 Nun Taukid: Khafifah dan Tsaqilah

Untuk menetapkan sebuah pernyataan dibutuhkan penekanan. Penekanan ini disebut juga dengan taukid. Penambahan nun taukid adalah salah satu caranya. Selain itu bisa menggunakan huruf taukid, pengulangan kalimah dlsb. Nun taukid merupakan salah satu ciri-ciri fi’il, khususnya fi’il mudhari’ dan fi’il amr. Karena alasan ini juga, fiil mudhari’ yang berhukum mu’rob kembali menjadi mabni manakala ia … Read more

Pengertian Athaf dan Huruf Athaf

Berbicara i’rob, tentu tidak lepas dari athaf. Ia adalah salah satu dari 4 jenis tabi’, selain naat, taukid dan badal. Dalam pembahasanya, athf memiliki kajian yang cukup luas. Cakupannya meliputi definisi, rukun, pengertian, pembagian dan contoh athaf. Materi athf ini akan membantu kamu untuk memahaminya. Sehingga dapat lebih mudah membaca teks bahasa Arab dan tentu … Read more

Naat Isim Jamid dan Isim Musytaq

Setelah mengetahui apa itu naat? Maka langkah selanjutnya mengetahui hukum dan syarat naat, baik berupa naat musytaq maupun naat isim jamid. Hukum asal naat itu harus berupa isim musytaq. Yang dimaksud dengan isim musyataq itu seperti isim fa’il, isim maf’ul, sifat musyabbihat, isim tafdhil dlsb. Namun demikian, pada praktiknya na’at bisa ditemukan dengan bentuk selain … Read more

Uraian Naat Maqthu’ berikut Contohnya

Kodrat naat selalu mengikuti man’utnya. Tetapi terkadang naat dipotong dari keberadaanya sebagai tabi’ sehingga dia tidak lagi ikut kepada manut. Ini disebut naat maqthu. Ilustrasi dari naat maqthu’ ini seperti contoh Orang tua yang penyayang itu telah pergi. Naat yang berupa ‘yang penyayang’ ini dilepaskan dari ‘orang tua’. Kemudian ‘yang penyayang’ dijadikan kalimat sendiri dengan … Read more